Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Denny Mizhar

http://sastra-indonesia.com/
Senja, Gadis Kecil dan Ilalang

pada sepi yang belati
ketika senja menyapa

kau datang
dengan segenggam
ilalang yang resah:

tentang kelukaan Dedes atas Arok yang menikam Ametung
dari belakang di bumi mereka mendekam dalam bayang
kejayaan Singosari.


Air matamu menetes
kau lantunkan kisah padaku
mendekapku dalam bayang masa lalu.

Menelisik rindu pada pusaka
yang lahirkan kutukan tujuh turunan.

Kau, gadis kecil dan ilalang ketika senja menyapa
adalah rindu pada cinta yang di bawa angin
menjejakkan hati menuju muara
telisik pada tubuh Dedes akan misteri kilaunya

Singosari-Malang, 2011



Kota Yang Dibangun Dari Batu

Kota ini dibangun dari batu
Batu yang diambil dari sungai
Sungai keruh saat hujan lebat
merambat hingga terasa sesat

Ketika hutan mulai dibatat
dan bukit-bukit pun mengabarkan
tentang dirinya yang telanjang bulat

berdiri kota dengan kepala batu
menantang masa menunggu mangsa
aku tersesat di antara batu-batu kota.



Gadis Kecil di Taman Kota

Ia berjalan lelah memapah tanya sambil membawa bunga. Dipetiknya di taman kota ketika hujan tak jadi turun. Ia bertanya tentang rindu ketika peristiwa kelam tereja akan maknanya. Nasib baginya adalaha kesuraman saat tubuh terdesak luka pada tanya cinta.

Di ramai kota, ia berlari mencari Tuhannya dan hendak melafadzkan do’a untuk kekasihnya yang tak pernah wujud rupa. Sambil mengenakan gaun putih berkerenda, ia menari memanggil hujan sambil membaca mantra. Harapnya adalah kekasih datang menguyurkan hujan pada tubuh lelahnya.

Dan tak ada lagi derit rindu. Ia pun rebah di rerumputan taman kota, merenungi jejak lukanya.



Pada Suatu Hari Ketika Kita Makan Malam Bersama

Di sebuah piring makan malam ada rindu yang kau tuang
Sayur-mayur menjadi lezat dan kita menyantab bersama kesal
Sebab itu adalah pertemuan terakhir kita.

Kau meminta minum dari air mataku yang berulang jatuh
Gelas putih pun penuh, kau terseyum melihat debar jantungku
Riuhnya mengalunkan bunyi risau akan pertemuan di meja makan.

Pada suapan yang terkahir kali, kau memanjaku
Lalu pergi dan aku diam di meja makan melihat tubuhku
Belepotan sayuran yang kau muntahkan saat perpisahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…