Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Ahmad Zaini

http://sastra-indonesia.com/
Rindu Matahari

Sekujur tubuh terasa
bagai ditusuk jarum,
sakit tak kunjung pergi
tinggalkan derita berkepanjangan.

Gigil membungkus embun
tak lepas membalut diri terbaring
didekap bulan sabit
menjelang siang. Tak tahu
mengapa matahari
belum tampakkan wajah
hangat belaiannya kurindu
sepanjang malam,
cerahnya kunanti sepanjang hari.

Angin gerah menggelitik sekujur tubuh,
lantas pergi ke mana ia sukai

Desember 2009



Aku Tak Diam

Sungguh aku tak mampu
membiarkan dirimu sendiri
di tempat tersunyi
aku akan mengentaskan dirimu
dari kepenatan dan kegelapan yang
membelenggumu

aku tak diam
ketika rintih pedih
menyeruak dari rahim kezaliman

aku tak diam
membiarkan air matamu
membanjiri kawah
menganga dalam kesombongan

bebatuan cadas lambat laun akan runtuh
mengubur kemunafikan ini
dan badai kesengsaraan akan sirna

Babat, 31 Oktober 2010



Meningintip Gamang

senja menelikung tajam jalan
membawa angan tuk mengarungi dirimu
desah ragu
ngiang telinga
seraut wajah hasrat menggundah

aku tahu engkau tak muncul
dalam realita hidup
mengintip gamang merangkul diri
pada bebukitan
aku menaik puncak
lalu berseru memanggili namamu

aduhai
liukan mencari jatidiri
menunggu kepastian
yang tak kunjung tiba.



Hapuslah Air Matamu

Hapuslah air matamu
jangan kau biarkan terkuras
menyesali nasib yang menimpa
hapuslah air matamu
jangan kau biarkan menetes
di lekuk pipimu
Tuhan menimpakan cobaan
sesuai dengan kemampuan
Tuhan tak akan memberikan cobaan
di atas kemampuan kita

awan panas
mengurung
biarlah menjadi butiran emas
yang gemerlap menghias kehidupanmu
kelak
biarkan lahar dingin
yang tertumpah menjadi
sungai susu
dan debunya menyambung kehidupanmu
nanti
hapulah air matamu
jangan kau biarkan mengaliri nasib
yang kau alami kini
sinar matahari tak akan putus asa
memberikan kehangatan
agar kita berkeringat mengejar
masa depan yang lebih sempurna
hapuslah air matamu saudaraku
di balik tebal debu
ada mutiara-mutiara yang
membahagiakanmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…