Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Faisal Kamandobat

http://www2.kompas.com/
Tatahan Laut

anak bumi tatahan laut
kalap lagu menembus
gerbang petang langit hangus
bulan mengapung dalam kalbu
riang puja menyentuh
lidah dalam impian pelarian
tersiksa melawan kenikmatan
dalam bayangan
angin menghening perlahan
bibir pantai mengilhami
mencari laut dalam sendiri
mengusir berhala dari hati
piala kemerdekaan abadi
di alun-alun nyanyi
di ubun-ubun sunyi
kata-kata saling menggilai
mengelak tersesat dalam lari
mimpi sia-sia dicari
pasir pantai menghapus jejak-kaki
tak ada jalan kembali
rumah abadi hati sendiri
tinggal di sana dikerumuni ilusi
memberi dan merobohkan arti

2001



Malam Berputar

terang bulan cahaya pinjaman
surya di seberang kelam
lelap dunia menyimpan nama-nama
katup pintu-jendela merogoh iba
gemintang lagu jalanan lampu
pusat-pusat kenangan pancarkan rindu
angin menebar nafsu di kalbu
ladang penghidupan musim tanaman
serapah puja menggenang diam
kegelapan dinding ratapan
luka nasib diperingan impian
sungai medan ikan-ikan bersebadan
air bumi melayarkan generasi
terdampar di gerbang pagi
embun berat memecahkan kandungan
semua seakan kembali dilahirkan
mempersolek diri dengan harapan
bertebaran merayu keganasan siang

2001

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…