Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Syifa Aulia

http://sastra-indonesia.com/
SUARA HATI TKW

Raga kami telah kalian
penjara
tapi jiwa kami masih
merdeka

mimpi-mimpi kami
telah kalian gadaikan
tapi semangat kami
masih menyala

suara-suara kami
telah kalian redam
tapi nurani kami akan
terus lantang bicara

bertahun-tahun kalian
pasung kami dalam
rantai nestapa
batin kami menangis lirih
tak berdaya

peluh kami telah luruh
membasahi nurani
berusaha menggapai
mimpi-mimpi yang tak terbeli

kami memang tak seberani
MARSINAH yang rela
menukar nyawanya
demi tegaknya keadilan

bukan pula R.A. KARTINI
yang terkenal dengan
“habis gelap terbitlah terang”

kami hanya kaum BMI
di sini tuk sekedar
menyuarakan isi hati

(SA & AW)
Kennedy Town 02-09-2010
BMI(Buruh Migran Indonesia)



MUTIARA JALANAN

Mata yang telaga itu
kini telah di buramkan
debu-debu zaman

kaki yang tak beralas pun
melepuh oleh panasnya aspal jalanan
terseok menuju tiap perempatan lampu merah

diayunkan benda
di tangannya yang mengeluarkan irama
kenestapaan
ada tatapan jijik
dari balik kaca sepion keangkuhan

bibirmu tak lelah
menyanyikan kidung
agung yang memekakkan telinga
si sombong
demi cacing dalam
perut yang terus menuntut haknya

sampai di tikungan nasib
tubuhmu menggelepar
terkapar karena lapar
yang tak lagi tertanggungkan

31-08-2010



PAGI

Fajar datang
langit mempersiapkan
pagi

bintang, embun, kantuk
mimpi, harapan rindu
risau yang tak dapat
lagi ditidurkan

inginku
menyaksikan terbentuknya embun
di pepucuk daun

memaknai fajar melalui jejak gemintang
di ringkas pada
manik-manik jernih

langit sesudah fajar
kembali berbau manusia
heningnya pecah oleh
sejumlah suara
tak tentu asal dan tuju

suara yang hening
sendiri
yang berhenti jadi hening

bertenggerlah kuning emas pertama
di langit timur

semua yang ada
sekejap peroleh bingkai
dan bentuk yang
makin tetap
cahaya makin tetap

Matahari terbit

21-08-2010



Ketidakpercayaan Padaku

Aku percaya padanya
bahkan saat
dia tak berkabar padaku

aku tak menghubunginya
karena aku percaya padanya

terlalunya aku percaya
sampai tak tega hati
mengganggunya

sekali lagi karena aku percaya padanya
aku redam kelebat ketidakyakinanku atasnya

tapi dalam percayaku timbul tanya dalam hati
sungguhkah aku betul-betul percaya padanya?

Ah rasanya tidak

22 Agustus 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…