Langsung ke konten utama

Sajak Iwan Nurdaya-Djafar

Pembelaan Hawa
http://www.lampungpost.com/

Namaku Hawa alias Eva,
boleh juga kaupanggil aku Eve
bila memang kau penutur bahasa Inggris
kalian mengenalku karena akulah ibu pertama
dari rahimku dan gua-garba kaumkulah kalian berasal
tapi dalam asuhan patriarki
anakku lanang menjelma si malin kundang
yang menghujat ibunya sendiri
kalian tak mendalam memahami kitabsuci1
dan percaya begitu saja pada dongeng yahudi tua
yang diselundupkan ke dalamnya
bahwa aku tercipta dari tulang rusuk Adam
bukan dari citra Allah seperti Adam tercipta2
kalian tak sungguh mendalami khasanah hadis
menyebut hadis israiliyat yang palsu sebagai sahih3
bahwa aku — lagi-lagi — tercipta dari tulang rusuk lelaki
bahkan bukan tulang rusuk pilihan
tapi justru yang paling bengkok
yang mudah patah
demi menyebut diriku dan kaumku lemah
padahal dalam kitabsuci yang furqan
aku dan Adam tercipta dari nafs wahidah4
artinya tanah yang ditiupkan ruh Allah.

tiba di sini masihkah kalian percaya
pada dongeng yahudi tua
yang menodai kitabsuci dan hadis
yang hendak melecehkan perempuan
sedari awal penciptaan.

Namaku Hawa alias Eva,
kalian boleh memanggiku Eve
bila memang kalian penutur bahasa Inggris
kalian mengenalku karena akulah ibu pertama
dari rahimku dan gua-garba kaumkulah kalian berasal
tapi dalam asuhan patriarki
anakku lanang menjelma si malin kundang
yang menghujat ibunya sendiri
kalian tak mendalam memahami kitabsuci
dan percaya begitu saja
bahwa akulah penyebab kejatuhan manusia
dari surga kekal ke bumi fana
kinilah saatnya kutandaskan
bukan aku yang menggoda adam
tapi setanlah yang memperdaya kami berdua
untuk menampakkan kemaluan
dan memasuki peraduan
maka terjadilah perselingkuhan di surga
sebab aku bukanlah istri adam
adam pun bukanlah suamiku
aku adalah zawj5, artinya pasangan seksual.

bukankah Tuhan telah berfirman: jangan dekati syajara6
syajara adalah alegori
arti lugasnya: perbuatan seksual
bukan pohon atau buah
seperti dimengerti selama ini.

jika adam suamiku
dan aku istrinya
tentulah perbuatan seksual itu obyek yang halal
antara kami berdua yang dicekam sunyi surgawi
maka perselingkuhan pun terjadi
duh insyafilah, dalam soal seks manusia diciptakan lemah.7

Namaku Hawa alias Eva,
kalian boleh memanggiku Eve
bila memang kalian penutur bahasa Inggris
kalian mengenalku karena akulah ibu pertama
dari rahimku dan gua-garba kaumkulah kalian berasal
tapi dalam asuhan patriarki
anakku lanang menjelma si malin kundang
yang menghujat ibunya sendiri
kalian tak sungguh mendalami kitabsuci
dan percaya begitu saja
bahwa dosa yang kami lakukan
terwarisi hingga akhir zaman
ditanggung renteng oleh umat manusia
kini saatnya kutandaskan
dosa itu tanggungjawab kami semata
dan bukan pula dosa tak berampun
karena kami berdua telah diampuni8
oleh Tuhan mahapengampun
sebelum kami menjejakkan kaki di bumi
demi memulai kehidupan yang lain lagi.

Sukarame, 4 Desember 2010

Catatan kaki:

1. Al-Kitab, Kitab Kejadian (Book of genesis) 2: 21-23.

2. Al-Kitab, Kitab Kejadian (Book of Genesis) 1: 26-27.

3. Terdapat enam hadis tentang penciptaan perempuan dari tulang rusuk, tiga hadis dalam Shahih Bukhari dan tiga lagi dalam Shahih Muslim.

4. Al-Quran, Al-Nisa’ ayat 1.

5. Menurut A Dictionary of Islamic Terms: Arabic- English (hlm 181) susunan Deeb Al-Khudrawi, zauj atau zawj (jamak azwaj) berarti suami, teman (kawan, rekan), istri.

6. Al-Quran, Al-Baqarah 92): 35; kata syajara, arti lugasnya pohon, arti kiasnya perbuatan seksual.

7. Al-Quran, Al-Nisa’ (4): 28.

8. Al-Quran, Al-A’raf (7): 23, Al-Baqarah (2): 37, dan Al-Baqarah (2): 73.

——–
Iwan Nurdaya Djafar, lahir di Tanjungkarang, Lampung, 14 Maret 1959. Ketua Harian Dewan Kesenian Lampung (1994—1996) ini pernah diundang Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada acara Forum Puisi Indonesia (1987) dan acara Pembacaan Puisi Tiga Penyair Lampung bersama Isbedy Stiawan Z.S. dan Sugandhi Putra (1989). Bukunya antara lain Seratus Sajak (kumpulan sajak bersama Sugandhi Putra, 1989) dan Hukum dan Susastra (1992). Ia banyak menerjemahkan karya-karya Kahlil Gibran, Manuel Komrif, dan Ali Shariati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…