Langsung ke konten utama

Sajak-Saja Laela Awalia

http://www.lampungpost.com/
Hujan yang Senyap

Hujan di Palembang mungkin sama dengan hujan di tempatmu, rama
tapi entah mengapa aku begitu yakin ini hujan yang berbeda

tak ada tanganmu yang terulur menjangkau titik-titik hujan yang jatuh dari atap rumah
tak ada matamu yang sayu menatapku dalam diam
tak ada kebisuan yang kau hadirkan untuk memasung rasaku dalam ruang rindumu

yang ada hanya ruang tak berdinding
senyap dan dingin

Palembang, 10 Juli 2010



Hujan yang Tak Bisa Aku Lakukan
: rama

Apakah kau masih mengingat hujan ini, rama?
hujan yang kita beri nama hujan kenangan

kau ingat ketika tangan-tangan kita membentang menengadah hujan?
mencoba menampung titik-titik air yang berebut turun dari langit

apakah kau masih mengingat hujan ini, rama?
aku masih mengingatnya
selalu mengingatnya, dan mungkin tak akan pernah lupa
meski esok akan turun hujan-hujan yang lain, yang mungkin kuberi nama lain

bagaimana aku bisa melupakannya, rama?
jika setiap hujan datang
aromanya selalu menggigilkan hatiku
ada getar yang mungkin kau tak pernah tahu itu getar dari hatimu

pernahkah kau berpikir, rama?
setiap hujan tak akan pernah sama
tapi bagiku,
hujan selalu sama seperti hujan ketika kita saling menyapa
dengan bahasa yang sama

apakah kau masih mengingat hujan ini, rama?
aku, masih ingat
selalu

Palembang, 4 Februari 2011



Hujan dalam Keranjangmu

Aku sering menunggu hujan datang di beranda rumah
sebab, kau pernah datang dengan sekeranjang derainya sore itu
aku mencoba meyakini hadirmu bukan imajinasi semata

tapi entah mengapa, kenyataan begitu membuatku ragu akan keyakinan itu

hujan tak pernah datang dalam keranjangmu
ia datang dari langit dengan sejuta lagu:
tembang yang selalu bercerita tentang kisahku,
juga kisahmu

Natar, Maret 2010



Hujan Lagi

Atap yang diam
Langit yang muram

Tidakkah meniru hujan yang riang?
Mengapa begitu lengang?
Bukankah keberkahan telah datang?

Natar, 11 Mei 2009

——–
Laela Awalia, lahir di Natar, Lampung Selatan, 5 April 1986. Tergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP) Lampung.

Komentar

Sastra-Indonesia.com