Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Heri Latief

http://sastra-indonesia.com/
Percayalah!

janji mulutnya manis beracun
niatnyapun berbisa
mati kita kalau dipeluknya
percayalah!

sengaja terbujuk sihirnya materi
tersesat dalam dosanya penguasa
lalu melupakan asal usulnya

mencari keadilan di tong sampah
menutupi pedihnya luka sejarah

jangan biarkan ketidakadilan merajalela
lawanlah segala macam pembodohan
orang indonesia sedunia, bangkitlah!

Amsterdam, 10/11/2010



Kesangsian

pedihnya bencana bagai disayat sembilu
luka yang menganga trauma yang bersaksi
siapa kita berani mencoba kekuatan alam?

ruang hampa dalam bayangan emosimu
muara dari segala pertanyaan manusia

jangan terlalu mengharap pada keajaiban
jika besok kita tak tau apa yang terjadi
: dimana disimpan segumpal kesangsian

Amsterdam, 04/11/2010



Bakso dan Nasi Goreng

seorang presiden rindu bakso dan nasi goreng
demikian kisahnya blasteran afrika dan amerika
yang konon pernah tinggal di menteng dalam

sekolahnya mentereng di daerah menteng
komplit dengan patung pakai celana pendek
memorinya bisa panjang sampai ke jajanan

apakah kau terpesona dongengnya kenangan?
dulu kau pernah lihat gelandangan di jalanan
yang melarat mengais tong sampah orang kaya

seperti itulah yang terjadi sampai hari ini
pengemis dan orang miskin tetap merayap di sana
namun cerita bakso dan nasi goreng dijadikan mitos

: bahwa kau pernah tinggal di negeri dongeng

Amsterdam, 04/11/2010



Erupsi Kesedihan

jangan menutup pintu mimpimu
misteri dunia berduri sepi
langit mendung menangisi gunung

debu tak sembarangan bertamu
dahsyatnya trauma memutih mata

melodinya doa disesuaikan zaman
jangan dicoba jika kau tak suka

menunggu sesuatu yang tak pernah datang
kehidupan manusia di balik cerita mistik

pedihnya derita kita kenal semua
pada kenangan dan erupsi kesedihan
dan tak bisa kita menyalahkan alam

Amsterdam, 07/11/2010



Bencana Alam Kita

memerah sinar pijar lava merapi
dari muntahan emosi gunung berapi
menderu swara batu panas berdebu

bumi bergetar hatipun gemetar
gelombang tsunami menyapu mimpi
manusia tak berdaya melawan nasibnya

bencana datang tak pernah diundang
jika percaya pada kekuatan alam
bersiaplah selalu menghadapi cobaan

Amsterdam, 07/11/2010

Komentar

Sastra-Indonesia.com