Langsung ke konten utama

MITOS PERKUTUT DI TANAH JAWA*

Nurel Javissyarqi
http://id-id.facebook.com/nurelj

(I)
Beribu tahun silam-semilam
tlatah Jawa bersinambungan
kepulauan Sumatera, Madura,
Bali, subur bencah tanahnya
hewan-gemewan, tumbuhan
berjuta-juta ragam jenisnya.

Namun suasana angker menyelimuti
tidak seorang pun berani bersinggah
siapa yang menginjakkan kakinya
berselimut kabut dijemput maut
hanya setan-dedemit menghuni.

(II)
Sampailah babak Raja Rum dapat perintah
dari Hyang Suksma lewat bertapa
wangsitnya mengutus Patih Amirulsyamsu
menyeberangi lautan
mengarungi gelombang demi gelombang.

Ombak mengombak menuju kaki Dwipa
bersama Raja Pandhita Utsman Aji
membuat tumbal demi kelestarian nanti
lima ekor burung perkutut diasmak
atas guyuran air rajah.

(III)
Terbang sudah kelima burung perkutut
atas perintah Raja Pandhita
mengusir setan-dedemit dari lemah Dwipa.

Perkutut pertama terbang ke arah wetan
mengobrak-abrik setan-dedemit
ke pojok wetan pulau Jawa.

Perkutut kedua mengepak beterbangan
mengusir setan-dedemit sampai segara kidul.

Perkutut ketiga menembus kabut pepohonan
melabrak setan-dedemit ketakutan
pada pinggir dataran Jawa kulon.

Perkutut keempat mengapungkan kibasan sayap
setan-dedemit tunggang-langgang ke pantai utara.

Dan perkutut kelima berputar melayang-layang
menyapu setan-dedemit di pusaran tanah Jawa.

(IV)
Setan-dedemit bersembunyi ke dasar laut
ke jurang-jurang cadas ke goa-goa kelam
bersamaan pula terdengar gemuruh guruh
dari timur selatan utara barat bersahut-sahutan.

Gempa bumi mengamuk mengguncang angin taupan
menumbangkan pohon menancapkan dahan pedang
pegunungan hancur berkeping.

(V)
Gunung Merapi terpenggal dan potongannya terlempar
jadilah gunung Kelud, demikian pula nasib gunung Wilis
tanah longsor air meluap, pepohonan lebur terbakar.

Dan setelah berselang masa-masa angkasa gelap
berubah terang-benderang segemintang membiak.

(VI)
Kelima burung perkutut tetap hidup turun-temurun
menjelma raja-raja dalam perkampungan keramat.

Dan mungkin di antara perkutut yang kita pelihara
anak turun raja-raja perkutut pemiliki tenaga gaib
pemberian Raja pandhita.

*) Lirik cerita dari ramalan Jangka Jayabaya Gancaran.
1997 Yogyakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…