Langsung ke konten utama

Darah Trah Dewata

Krisandi Dewi
http://www.facebook.com/people/Krisandi-Dewi/1177407133

Sesemat kata muncrat di angkasa
Termaktub kesumat lupa tak tersebut
Ksatriaku, (yang hidup terlingkup megah nirwana)
Disinilah aku, (yang menelungkup dalam griya rumbia)
Mari cinta… kita tertawa
Menabuh genta tak bernyawa

Ini cemeti,
Yang ini belati..
Dengan mana kita pilih mati??
Tak perlu cawan menadah darahmu
Tuang saja ke mulutku, biar kucium anyir itu
samakah dengan amis punyaku.

Jubah tak senama, (yang kaummu sebut sahaya–sudra)
Telah ku koyak di pinggiran jalan
Sekarang,
aku telanjang!
Tak berkasta

Kemari cinta…
Ini prasasti, sudah kuukir tadi sembari menggurat nadi
Dan ini peti mati..
Tempat kita bergelinjang malam pertama nanti

Mari cinta, Kemarilah sang ksatria..
Bahanakan kesumat kita!
Kesumat cinta berkalang kasta

Lalu pada prasasti akan termaktub kata sejarah
‘Darah trah dewata tumpah di tanah sudra’

Komentar

Sastra-Indonesia.com