Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Sunlie Thomas Alexander

http://cetak.kompas.com/
Belinyu

carilah pada dahiku yang kau lukai,
kerinduan para leluhur berbaju belacu
yang tak temukan jalan pulang
ke guci guci abu dan aroma gaharu
hingga bersilang bayangan, berbelit silsilah
pada batang batang pohon dan bebatu,
gubuk gubuk miring dan bagan di laut jemu
menjelma sebelah kaos kaki
usang dan bau
sebagai anak yatim yang terjebak
di palang pintu, aku mengadu
pada peruntungan mata dadu;
oh, kian berlumut batu batu!
kulihat mata arwah waktu
yang membara di tepi teluk kelabu,
sayu terbuai merdu dendang melayu
sampai berkali dilukai lagi
kenangan kanakku yang lugu
merah darah ibu kelewat pekat
menyusuri nadiku,
mengental di dahi (oh, di hati!)
serupa gelombang laut
yang mengantarkan sesajen basi
ke meja meja pemujaanmu
maka kaos kaki usang kukantong di saku
setelah sia sia lekatkan nama di guci abu
tapi kau terus mengintai warna mataku
dan menjarah doa keluh
di sepanjang ingatanku
hingga pada tiap ngungun kepulangan
mesti kubangun kerinduan yang tabu
di lengang jalanmu

Bangka-Yogyakarta, 2008



Elegi Kuli Tambang
liu ngie

aku tak sedang mencatat
warna ajalmu, karena
tak pernah tiba waktu ruwat
untuk mataku
yang terhujam mata pacul
di parit parit tambang
selokan selokan tergarit
seperti masa depan yang kau nujum
dan menjelma nasib buruk bagi pepohonan
ah, lihatlah tanganku yang tersayat
meraba cerita kelam pelayaran
dalam perih tubuhku, di mana jejak
darahmu yang mengering
jadi bentangan peta baru
tak hanya pasir timah
yang bocor dari pecah papan sakan
tapi juga doa dari hatimu yang rawan,
masih menetes di tiap pendulangan
hingga pohon pohon yang hilang
berganti tiang gantungan!
aku sedang tak melawat kematianmu…
walau dari biji matamu yang menyala
pada luka mataku, terus terkenang
gemuruh parit dan kabar pemberontakan
karena begitulah riwayatmu
yang diabaikan takdir;
tak pernah berhenti
mengayak pasir nasibku
di anyir penambangan yang
menjelma kampung halaman

Belinyu-Yogyakarta, 2008

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…