Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Sindu Putra

http://kompas-cetak/
Namaku Rama-rama

mengenakan topeng rama
para penari yang mengelilingi api itu
menangkapku:
"aku namakan kau rama-rama"
maka namaku rama-rama
nama yang mengingatkan pada cinta
jembatan api, taman buah terlarang dan
mata rama
yang mengawasi bayang-bayang
dan menandai tubuhku
dengan sentuhan tangannya
"aku sentuhkan tanganku
agar tubuhmu basah
lantas terbakar"
dan seperti pahlawan
ia pun menghilang ke dalam api
tinggallah aku
namaku rama-rama
mata rama mengawasi
dari tempat yang tak pernah aku tempuh



Dongeng Anjing Api

anjing itu datang. -mengenakan tubuhnya
seperti yang dikenal kini: binatang malam
bersayap air. bertaring bunga. berkelamin api
dongeng pun tumbuh
perahu kupu-kupu.hewan geladag
bah dan gunung pasir
mengikuti cahaya. -sehitam malam, bayangannya
mengintai. serupa cahaya, meraih warna
tapi bebunga yang mewangi dari telapak tangan
hanya mekar hitam-putih
anjing itu mendengus
mengendus daging terbakar
anjing api itu tak pernah tua
tak pernah kehilangan lapar
dikenakannya taring rama-rama
diperasnya susu merpati
matanya tak lagi menunjukkan arah gelap
matanya berdarah
sementara, -waktu adalah musim kawin
gonggongannya menjadi isyarat berbagi birahi
di dunia yang senantiasa basah oleh liurnya
seluas rumah potong terbuka yang abadi



Di Mana Alamat Seorang Penyair

di mana rumah seorang penyair
aku tanyakan alamat buruk itu!
lihatlah, wahai tanganku
hujan mendirikan rumah air
apakah ini rumah seorang
yang menumbuhkan beburung
dengan bulu kata-kata
seekor burung yang memberi nama sebatang pohon
(sebatang pohon yang memberi alamat bagi seekor burung)
seekor burung yang mengenakan sayap bebunga
mengenakan mahkota dedaun
mengenakan paruh kambium dan taring cahaya
dan bertahtakan istana rumput
tapi, ciumlah wahai tanganku
hutan hujan terbakar, sungai sehitam kemarau
dan kota yang penuh warna cahaya
gelap dan lembab
di mana kini rumah seorang penyair
tempat aku temukan alamat nasib baikburuk
dengarlah, wahai tanganku
siapakah akhir mata yang terpejam
siapakah awal dari kelamin
setua burung, membuat gerakan melingkar
memekarkan bulu ekor dan
merebahkan bulu sayap
sembari berkata: di mana rumah seorang penyair!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…