Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Baban Banita

http://pr.qiandra.net.id/
Almanak

ibu selalu melarangku
menyobek almanak
padahal ingin sekali
aku membuat topi pesta
dan perahu
bagi pacar manjaku

--bahkan almanak 10 tahun lampau
yang ada catatan burungku disunat 22 Desember--
ibu memang rajin
sejak aku lahir almanak
tersimpan rapi di lemari

kini ibu sudah pulang
berpisah waktu dan tak memerlukan almanak lagi
almanak-almanak itu kulebur jadi kertas daur ulang
dan kubuat almanak baru

di almanak baru ada catatan ibu yang tak mau hilang
yaitu saat burungku disunat 22 Desember

maka jadilah almanak baru itu
semua bergambar burungku
yang pucat meneteskan darah
di tangan ibu

2005



Daun Yang Gugur

"daun itu gugur karena dipukul angin," ucapmu
"bukan. Itu karena jarum waktu," kilahku

dan sepanjang siang itu kita bertengkar kata
tentang daun yang kita jadikan perahu
dalam pelayaran menuju laut
kita tak pernah berebut tempat
hanya kadang-kadang kau memelukku
di setiap kelokan yang menganga ular

"hai, daun itu gugur karena kita ingin
menjadikannya perahu. Lihatlah
dia begitu erat mengingatkan usia."

lalu, sebelum sampai di laut luas
kita berpencar dihembus angin. Melayang seperti daun

yang gugur. Kita belum sempat bertanya
kenapa kita gugur daun.

2005

Komentar

Sastra-Indonesia.com