Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2008

Sajak-Sajak Dahta Gautama

http://www.lampungpost.com/
MENGGAMBAR ANGIN

mari hikmati bunyi angin
yang berputar di pucuk alang-alang.
ada yang terlempar dari waktu
yang terus meranggas.
Serupa hujan dan malam
ada hantu yang tak memiliki kaki
dan engkau terlempar dirimbunan angin
waktu terus berputar
dan janji yang telah kita ucapkan
disuatu senja
menjadi cerita basi.
mari menggambar angin
ketika sesungguhnya, hidup sekadar
menelusuri jejak gerimis

Lampung, 2008



MATI

Engkau tak pernah memahami arti
bunyi angin di halaman rumahmu.
Engkau juga tak pernah bisa memahami
makna taman yang gelap tak berlampu.
kunang-kunang, kelelawar dan lengkingan
anjing tak terdengar.
Engkau tak mungkin paham
bahwa tuhan pernah tak ada.

Lampung, April 2007



BELATI DI JAKARTA

Kau torehkan belati di pipiku
sebagai kenang-kenangan bahwa kita
pernah bertemu dan bersahabat
di Tanah Abang.
Aku menjadi bromocorah
karena ibu mengutukku.
tapi aku tak pernah menjelma batu.
Sampai pada suatu malam penuh angin
kita jumpa di Bongkaran
ketika itu kita bertengkar soal Tuti
pelacur yang k…

Sajak-Sajak Amien Wangsitalaja

http://amienwangsitalaja.blogspot.com/
Alda
(Belajar Tasawuf 1)

aku tak biasa
nerjemahkan khidmat yang dewasa
sehingga rona ilmiah perempuanmu
meradang di pusat riadlahku

aduh, engkaukah tasawuf itu?

bila kau tiada di sisiku
akulah kanak-kanak paling lucu



Yanti
(Belajar Tasawuf 2)

mencintaimu
menghabiskan seluruh keringatku

rinduku pun heran
nggelandang di sekujur badan fatwamu
pada ketika
sampai aku di ladang syar’i
bulu matamu menari rumi

tasawufkah engkau?
segalanya teramat berarti



Sarah
(Belajar Tasawuf 3)

peluk aku
sebelum kuhamburkan bisi
tentang rahsia bayi manusia
dan bunyi shalawat

cium aku
karena aku petani
bertanam khalwat
menuai fiksi birahi

bawa aku
memanjangi alur kaki bidari
dan tatap yang beringas
dan sungging yang antusias
menduga-duga tasawuf itu



Cici
(Belajar Tasawuf 4)

datanglah sayangku
tubuhku lepuh
oleh peluh ruhanimu
hadirlah kasihku

betapa indahnya
salam dari masyuq
mendamprat asyiq
“kalam ini merindumu”

amboi
seperti tahi lalat
terperincikah tasawuf?

Sajak-Sajak Ulfatin Ch

http://republika.co.id/
DARI HUJAN

Yang tersisa dari hujan
basah aroma tanah.
Yang menggelitik pada setiap dada
ketika angin mulai meliuk
tanpa doa

Dan siapa tergesa
mengurai dosa

2006



BERLAYAR KE LAUT

Berlayar ke laut
dan terus ke laut lebih jauh
lebih dalam dari yang kita bayangkan.
Kita semakin jauh
terbawa permainan gelombang
angin pun terus bersendau
melajukan perahu.
Menghantam karang
dihempas badai, mengaduh.

Tapi, kita mesti berlayar
mendayung menghalau angin
entah, mungkin sampai
entah kapan
hingga pantai

2006



LAUT YANG RETAK

Dan kita saksikan laut-laut yang retak
dan kau simpan dalam
Dan kita saksikan laut membadai
dan kau simpan dalam
Dan kita saksikan seribu camar
tergolek tanpa sayap
mengapung di atas laut.

Kau diam
Tapi, aku ingin terus berlayar
Tapi aku ingin tanpa menoleh
hingga sebelum matahari mengejarku
sampai aku hilang
mungkin di balik bukit
mungkin di ujung langit
mungkin

Dan kau

2006



DALAM BERLAYAR

Setelah laut
pasti kutemukan pantai.
Di tengah laut ada karang
biarkan. Seekor camar
dan ikan yang berlompatan
bag…

Sajak-Sajak Evi Idawati

http://republika.co.id/
REDUM KARANG

Akar langit bergelantung di tubuh bumi
Memahat takdir dari lisan rerumputan
Terhampar awan bagi sujud dan keheningan
"Ceritakan padaku kisah bintang,
detak yang terpanggang
ruh bagi awan dan halilintar."

Bergetar sayap capung di rebah pepohonan
Engkau menyusui umbi yang tertanam
Daunnya menjalar berkeliaran
Merajai arah sambil menabuh tubuh
Aku berdendang merajam malam
"Jasad ini aku persembahkan bagi kesakitan
rekaman lara dan ketaklukan."

Tatah tubuhku dengan bibirmu, lelakiku
Jelajahi semesta yang aku bangun di rahimku
Aku mengendapkan matahari di sana
Menunggangi waktu
Engkau menggiring peluh
Menjelmakan embun
Merandai di dada
Merambat lambat menggenang
Di pusar denyut samuderaku
dari redum karang yang terendam

Yogyakarta, 2008



SAJADAH

telah aku terima sajadah
yang engkau kirimkan kepadaku, kekasihku
yang bertuliskan namamu
yang engkau titipkan lewat rabiah

dia berkata-kata padaku tentang dirimu
dan memberikan aku mangga yang ranum
dia juga menunjukkan k…