Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Ulfatin Ch

http://republika.co.id/
DARI HUJAN

Yang tersisa dari hujan
basah aroma tanah.
Yang menggelitik pada setiap dada
ketika angin mulai meliuk
tanpa doa

Dan siapa tergesa
mengurai dosa

2006



BERLAYAR KE LAUT

Berlayar ke laut
dan terus ke laut lebih jauh
lebih dalam dari yang kita bayangkan.
Kita semakin jauh
terbawa permainan gelombang
angin pun terus bersendau
melajukan perahu.
Menghantam karang
dihempas badai, mengaduh.

Tapi, kita mesti berlayar
mendayung menghalau angin
entah, mungkin sampai
entah kapan
hingga pantai

2006



LAUT YANG RETAK

Dan kita saksikan laut-laut yang retak
dan kau simpan dalam
Dan kita saksikan laut membadai
dan kau simpan dalam
Dan kita saksikan seribu camar
tergolek tanpa sayap
mengapung di atas laut.

Kau diam
Tapi, aku ingin terus berlayar
Tapi aku ingin tanpa menoleh
hingga sebelum matahari mengejarku
sampai aku hilang
mungkin di balik bukit
mungkin di ujung langit
mungkin

Dan kau

2006



DALAM BERLAYAR

Setelah laut
pasti kutemukan pantai.
Di tengah laut ada karang
biarkan. Seekor camar
dan ikan yang berlompatan
bagai menghalau resah
telah mendulang seribu mimpi.

Dan angin pun menghembus
dan awan pun berselimut
di wajah kita yang di sengat
matahari. Biarkan
jangan berhenti berlayar
dan kita simpan galau
Agar kehidupan berjalan
agar kedamaian tertanam
Dan lihatlah mata kanak-kanak kita
yang memancarkan kejora
menatap dunia

2006



JIKA MENATAP LAUT

Jika kau menatap laut
tataplah juga mata anakku
yang bersinar bagai matahari pagi.
Wajahnya yang polos
seolah mampu meraih purnama
tanpa menoleh.

Ia bidik bintang
yang ketika hujan menghilang
Ia raih bulan
yang ketika siang menjadi samar
Maka, ini kupersembahkan sungai
yang mengalir
dari bukit Tursina hingga malam
dan doa
yang kulantunkan
buat anakku

2006

Komentar

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com