Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Enung Nur Laila

http://enungnurlaila.blogspot.com/
Sebutir Debu

Sengaja kusanding
kutera gerimis,

agar bulan tak cemburu
pada debu yang menangis.

Ciamis 2012



Kemarau Jiwa

Semuanya musnah
tak tersisa,

tinggallah setitik air
sebiji gandum,

untuk kusemai
di tepian kemarau.

Ciamis 2012



Jejak

Ku telusuri jalanan setapak
menuju gubuk di padang ilalang,
kutemukan jejak membentuk palung
kebodohan, membekasi penderitaan
; seringai tawa jua tangisan.

Ku dapati pula palung terdalam
kekisah matahari serta rembulan
tentang batu, angin, dan debu ;

Sesungguhnya tak pernah berlalu
malah debu semakin membatu,
hingga musim pun berganti
duka pula...

Duri dalam daging menoreh luka
umpan membusuk jelma petaka,
fitnah mencekik tak berprirasa.

Bersama duka tangis kubawa
terpelanting tertiup angin
terdampar di negeri asing
di mana kutemui kedamaian.

26 Feb 2012



Untaian Kabut

Untaian kabut menyelimuti kalbu
tatapanmu hilang di persimpangan

Cahaya berganti malam... kelam...
gelap membaluti hati yang terkoyak

Bulan tak sanggup menatapku, berlinang...
Angin duduk termenung sunyi... senyap...

Di ujung jiwaku, tanganku mengepal...
janji malam kan datang,
bawa butiran embun

yang tersaji di ladang pagi
berkedip
dikecup sinar mentari...

Ciamis 2012



Angin

Wahai angin,
kau ambil jengkal-jengkal waktuku
kau butakan sebagian lelangkahku

kau asuh aku dalam lenamu
hingga gelap mata hatiku

ku berlindung ke Pemilik Sejatimu
senyum bahagia semuanya semu ;

ku merindu resah ini atas-Mu
ku kangen galau kini pada-Mu

ku tertikam tangis dalam belaian-Mu
ku peluk derita mereguk nikmat-Mu.



Pesan di Ujung Malam

Embun di ujung daun
sesejuk hatiku ranum

saat kubaca sebait pesan
yang kau kirim di ujung malam.

Di antara prosesi suci malammu
kau selipkan sepucuk doa rindu

ku benamkan di dada terpejam
menahan tetesan embun di mata.

Duhai hati merindu, rindulah...

sampaikan salamku padanya,
jadikan ini ke hamparan-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…