Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Asrina Novianti

http://www.lampungpost.com/
Lidah
(teringat kundang)

tubuh yang keras
pecah lekas
setiap umpat
di dalam ucap
terlanjur lupa
menghuni rahim

dan lidah selalu lembut
larut di carut marut
semua tuah tertanam
masa lalu lintas
hingga batu mengeras
kundang yang kini isak
lama berkerak
hingga laut semaput
ia memanggul kutuk
sebagai batu

/2011



Dermaga

ia lepas aku di dermaga
“engkau telah jadi perempuan dewasa,” ucapnya
dan pedih memerih
di sisi waktu
tak sempat kukuliti ulang
semua debu
di hari pernikahanku
terasa kerut di wajahnya
memeluk segala cuaca
dan aku sendiri sekarang
menikah dan menjadi ibu
usia yang ranggas
lepas dari cemas ke cemas
dan bayangan ibu acap menguntit
aku yang berlayar di laut lepas
dengan sampan mungil
mengenang remah kelahiranku
pun sejumlah waktu yang beku
abai pada ibu

/2011



Sandar
: ibu

selama ini mungkin hanya kautempat sandar
dari letih yang hingar
dan waktu serupa asap rokok
candu di genang rutin
telah kaurawat tubuhku bertahun-tahun
terhimpit cemas dan linglung
dan aku gagal
untuk sekadar merajahmu
bahkan untuk seteguk kata bahagia
selama ini kaukerap jadi tempat sandar
bagi punggungku yang hitam
terbakar amarah
juga lelah perjalanan jauh
memanjang dari setiap urat nadi
juga bekas ari-ari tubuhku
yang pernah lekat dengan rahimmu
sedangkan aku tak pernah bertukar tempat
lupa untuk merapat
atau sekadar ingat seluruh lelahmu

/Tangerang 2011



Di Rahimku

di rahimku telah tumbuh
dua putri yang terus berlari
mengenang saat kelahiran
dan tertawa lepas bersama
bukan cuma sembilan bulan
akan terus kupelihara
seperti aku yang pernah
menyimpannya
dengan darah di rahimku
tak usai

/2011



Kangen
- ARN

1.
aku rajam tubuh
kangen wajahmu
di setiap perhentian
juga langkah yang tergesa
meski selesai sudah
kota-kota yang terlewati

2.
sepanjang lembar jadwal
tugas yang mengeras
detak waktu yang lesu
seperti langkah semut
tak bisa kuhardik pergi
segala kangen ini
terkunci
hanya untukmu

/2011

Asrina Novianti, lahir di Lahat, 11 November 1980. Alumnus Jurusan Komunikasi FISIP Universitas Lampung. Pernah dipercaya sebagai Pemimpin Usaha di Pers Mahasiswa Teknokra. Sajaknya, Tenung Asmara Telukbetung terpilih sebagai nominasi Krakatau Award 2006 yang ditaja Dewan Kesenian Lampung. Tulisannya dimuat di berbagai media. /20 November 2011

Komentar

Sastra-Indonesia.com