Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2011

Sajak-Sajak Muhammad Ali Fakih

Jawa Pos, 17 Juli 2011
TIBA-TIBA

tiba-tiba sore menjadi kecil, dingin dan hijau
ketika gerimis datang dari sebuah hari yang jauh
teramat jauh, dalam mimpinya kala itu

ia tak tahu matahari tengah tersipu
tetapi pori-pori kulitnya terbuka
seperti pintu-pintu surga terbuka
untuk setiap yang memancar lewat benda-benda
meresap ke dalam dadanya

tiba-tiba ia merasa tak sendiri lagi
waktu mendadak lenyap dan kilometer pergi:
segala menjadi nyata, segala menjelma ia
tiba-tiba, dan hanya tiba-tiba saja
rahasia hilang makna

jogja, april 2011



PADA 1/3 MALAM

dingin turun ke lorong-lorong dalam mataku
air mengalir ke sungai-sungai dalam jantungku
cahaya meruap ke bilik-bilik dalam heningku

waktu, seperti embun, amat lirih
rebah di kalbu dan ubun-ubunku
menggulung diri dalam helai-helai nafasku

pendar bintang, gugus galaksi
berkisah tentang hari yang jauh dan bayang-bayang
pada tubuhku, hingga aku gemetar
dan sadar: aku telah begitu lama meninggalkan-Mu

kini, setelah tak kuharap lagi
malam menjadi putih, kelam lenyap
ditelan su…

Sajak-Sajak Syifa Aulia

http://sastra-indonesia.com/
SUARA HATI TKW

Raga kami telah kalian
penjara
tapi jiwa kami masih
merdeka

mimpi-mimpi kami
telah kalian gadaikan
tapi semangat kami
masih menyala

suara-suara kami
telah kalian redam
tapi nurani kami akan
terus lantang bicara

bertahun-tahun kalian
pasung kami dalam
rantai nestapa
batin kami menangis lirih
tak berdaya

peluh kami telah luruh
membasahi nurani
berusaha menggapai
mimpi-mimpi yang tak terbeli

kami memang tak seberani
MARSINAH yang rela
menukar nyawanya
demi tegaknya keadilan

bukan pula R.A. KARTINI
yang terkenal dengan
“habis gelap terbitlah terang”

kami hanya kaum BMI
di sini tuk sekedar
menyuarakan isi hati

(SA & AW)
Kennedy Town 02-09-2010
BMI(Buruh Migran Indonesia)



MUTIARA JALANAN

Mata yang telaga itu
kini telah di buramkan
debu-debu zaman

kaki yang tak beralas pun
melepuh oleh panasnya aspal jalanan
terseok menuju tiap perempatan lampu merah

diayunkan benda
di tangannya yang mengeluarkan irama
kenestapaan
ada tatapan jijik
dari balik kaca sepion keangkuhan

bibirmu tak lelah
menyanyik…