Langsung ke konten utama

Sajak Y. Wibowo

Lampung Post, 29 Mei 2005
Mamak Kenut di Rembang Petang
: Udo Z. Karzi

Mamak Kenut menuturkan seseorang
(dua atau tiga orang) atau peristiwa-peristiwa
yang menghadang–si pencari pintu pulang
hari-harinya resah
; hidup mengaji diri mengaji yang absurd
dan kenyataan

Tapi tetap saja ia gundah
Menjura seribu bintang
menengadah pada langit di rembang petang
ia susun rencana
–malam-malam mimpi tercipta
; buah pergulatan dan laku-kerja
sekalipun sewujud petaka

Mamak Kenut meramu saripati kehidupan
seseorang (dua atau tiga orang) atau tentang lain kemungkinan
sehingga ia putuskan; menjelma kanak-kanak pada dunia
dengan rasa sepenuh riang

Tapi masih saja ia resah
Menghablur di puncak-puncak ketinggian
menyisa perih kenyataan
lalu ia lipat sejarah
–masa lalu adalah kenangan
; ingatan tentang denyar persetubuhan
dalam catatan getir
nyinyir dan sumir
selamat malam

Karang Anyar-Jati Agung, Lampung, Maret 2005

Komentar

Sastra-Indonesia.com