Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Putri Sarinande

http://www.sastra-indonesia.com/
Kisah Si Pendoa

Tuhan, tolong kirimkan pesan ini padanya. Atau, jika Kau terlalu repot untuk membantuku, maafkan aku yang meminta tolong pada ciptaan Mu yang lain.

Pohon, izinkan pesanku meliuk-liuk melewatimu. Hutan, izinkan pesanku bertualang melacak jejaknya. Angin, izinkan pesanku terbang bersama hembusanmu. Sungai, izinkan pesanku mengalir hingga terdampar padanya. Lembah, izinkan pesanku menukik terjun menghampirinya dari ketinggian entah. Gunung, izinkan pesanku mendakimu menujunya. Hujan, izinkan pesanku turut menetes ke bumi membasahinya. Matahari, izinkan pesanku menguap oleh panasmu, hingga harumnya tercium olehnya. Bulan, izinkan pesanku terpantul bersama kilaumu, ke dalam pekatnya malam yang menyelimuti tidurnya.

Pohon. Hutan. Angin. Sungai. Lembah. Gunung. Hujan. Matahari. Bulan. Sudikah Kalian membantuku?

Aku yakin, ya. Sebab, Kalian lah yang selama ini menemaninya.

Tuhan, kuharap Kau tak keberatan. Karena aku telah meminta bantuan pada : Pohon, Hutan, Angin, Sungai, Lembah, Gunung, Hujan, Matahari, dan Bulan.

Lagipula, ini bukan doa. Ini hanyalah permintaan tolong olehku. Kau mungkin terlalu sibuk, Tuhan? Jadi, tak mengapa bukan?

Oh ya. Tidakkah Kau ingin tahu Tuhan? Pesan apa gerangan, yang ingin kusampaikan padanya itu? Singkat saja : “Tolong aktifkan telepon selularmu.”

23 februari 2010



Dongeng Si Gadis Mawar*

ia gadis mawar cantik, merah merekah. berduri mungil, tak menyakiti. durinya bagaikan jarum dokter, untuk mengobati bukan menyakiti. ia mawar cantik, dengan binar di matanya memandang dunia nan cerah.

keluarga mawar pun berduri. kuat tajam dan membunuh. membunuh sesama mawar. atas nama cinta kasih. keluarga mawar benar berduri. memandang dunia seolah neraka. padahal neraka adalah di dalam rumpun keluarga mawar.

semakin gadis mawar bertumbuh, semakin ia terluka. durinya cukup kuat melindungi diri, namun terlalu rapuh bertahan dalam rumpun keluarga mawar.

ia harus pergi. ia harus lepas dari rumpun keluarga mawar. ia harus pergi. ia harus bertahan dari rumpun keluarga mawar.

keluarga mawar berkeras bahwa rumpun keluarga mawar adalah tempat teraman di dunia. ia akan mati jika meninggalkan rumpun keluarga mawar.

semakin keluarga mawar melindungi gadis mawar, semakin ia terluka oleh duri. duri keluarga mawar. yang membelitnya. membelit atas nama cinta kasih. dan duri rumpun keluarga mawar. sebab dalam rumpun keluarga mawar hanya ada satu bahasa : Bahasa Duri.

gadis mawar diajari cara melindungi diri dengan durinya. tetapi tidak pernah keluarga mawar memberitahukannya bahwa duri dapat menusuk-diri. sebab bahkan keluarga mawar tak pernah tahu bahwa rumpun keluarga mawar gemar menusuk-diri : diri sendiri dan diri sesama.

ingin rasanya si gadis mawar melenyapkan keluarga mawar, dan seluruh rumpun keluarga mawar. hingga ia menjadi bak tak diperanakan. dan ia pun takkan beranak. maka ia akan menjadi maha tunggal. tak beranak dan tak diperanakan.

dan pada akhirnya gadis mawar turut melenyap bersama sejarah. menyisakan senyum luka yang menjerat,pada setiap tangkai bunga mawar yang kau lihat. dan diagung-agungkan bagaikan Tuhan dalam setiap jenis agama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…