Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Fajar Alayubi

http://www.sastra-indonesia.com/
Kaulah Hati

Kaulah Merkuri
di hadapan Sang Pemilik jagat raya

Kaulah hati
Wahai yang dianugrahi mahkota laksana raja Ishtar,
Mars tersipu wajahnya semerah rubi
Bumi tersanjung langit biru dan laut dalamnya
sungai yang mengalir pun jadi nadinya

Oh paras rupawan,
kecemburuan Venus selaksa hujan
keringatmu bercucur, menguap rasa sampai ke hulu

Bima Sakti
Kekasihmu bagaikan Andromeda
kecintaan Alesis pada padang gemintangnya
merengutkan keningnya
: kaulah pesirah, padangku tiada sejengkal dalam hatimu.



Kesaksian

Aku melukis bumi sirna
coklat langitnya,
hampa udaranya

burung-burung terbang menjilati senja
angannya jenuh melayang khayang
terbakar di tiap sayapnya

laku di atas rimba arang

Pantai sunyi kugurat badannya
telak rebah ia berselimut tinta hitam

Percikan warna api kusulut di punggungnya
selaksa luka dari sayap yang berkobar
agar langit tumbuh lembayung

Agar tampak tangan tak jahil mendurja alam,

ku apung batu karang sebagai bayang-bayang
; buih-buih ringan hiasan pucat pepasir.



Agitasi

Taman sedang kembang
geliat benih beranjak tingkah

sebelum kuntum, bunga hayal berbuah
kecambah muda mudah goyah

angin dari barat
ke timur membelai batuan karang

kayuh rayuan ke seribu pulau
serau nyiur sampai terberai

semak dan perdu
lelumut di batang tubuh

luluh.



“Koma” Cuma Sekali

aku belum mati
saat ini, di tempat sunyi

dimensi ketiga hampa kata
tiada larik hijau pelangi

merah delima dihitung jari
dirasa panca indra berganda

sekepal hati berbagi dua
: tuju surga atau neraka

sewindu telah di gerbang fana
mengetuk nama purwa sempurna

“aku dimana ?”
kau di depanku berduka.



Semut Pundak

Semut-semut pundak di muka dan halaman senggal-senggol mata dan pena

pagi tadi
sebelum ibu menyapu lantai manis gula, mereka sibuk juga berbenah

“cepat !” kataku
“nanti dulu,” kata ibu

“berpencar !”

kaki meja tulisku jalan pelarian

“naik !”

Komentar

agyeeta mengatakan…
silakan kunjungi dan follow http://agyeeta.blogspot.com

terima kasih.

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…