Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Samsudin Adlawi

http://www.sastra-indonesia.com/
Memanggul Amanah Mereka Bertopeng

karena merah amarah
hitam sedih putih suci
mereka pilih topeng hitam
tempat wajahnya sembunyi

topeng itu menangis
air matanya merah
mengetuk pintu rumah
simpati kami tercuri

lalu mereka pergi
tinggalkan sulaman janji

mereka datang lagi
berganti topeng putih
makimaki topeng hitam
membakar topeng merah
memecah layar tv kami

the sunrise of java, 22012010



Tenun Kata Tenung

Mata dia buta air nasi buta. Sampai juga dia di matahari ketujuh. Dia sirami taman kerongkongan yang mulai layu. Lalu makamkan jenazah padi di samping taman itu.
Katakata yang dia tenun sepanjang jalan rampung. Menjadi tenung. Menjelma seekor burung. Bersarang di mulut. Telurnya cepat matang. Anaknya garang. Pecah cangkang. Dua balon di pipi dia meledak. Angin kencang hembus dari mulut dia. Mencincang otakku. Hatiku tercincang. Tercincangcincang jantungku. Kakiku terpincangpincang.

The sunrise of java, 20012009



Mata

kulempar biji mata ke udara

ia terbang melesat jalang
menembus sumbu waktu

ia putar arah jarum jam
menuju mula kejadian

tampak anak hujan
yang baru membuang riang
melesat pulang ke sarang

tampak cengkeram angin
menarik gulunggulung awan
kembali ke atas samudra

tampak awan meringis
tubuhnya muai dimamah matahari
lalu jatuh di ayunan ombak

biji mataku kembali
membawa pupil baru
hadiah perangkai waktu

the sunrise of java, 12012010



Anginlah

baiklah baiknya melesat seperti angin kau
kencang berlari surut langkah ia pantang

seperti wajah ke depan ia buang air muka
layarkan mantra bagi para pemuja

seperti mata bukan samping dan belakang
tapi di hadapan alamat mengantar pandang

the sunrise of java, 08012009



Lumpur

di air muka bocah itu riang berenang
biji matanya menyembul lalu melompat
di kubang lumpur yang mengubah warna
baju bapaknya

setelah lama berenang pupil itu terantuk gambar
tujuh purnama bertengger di atas kepala
anak sawah sedang gembalakan anaianai
yang lahap memakan batang padi

biji mata itu pulang ke rumah
melukis senyum di bibir si bocah

the sunrise of java, 07012010

Komentar

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com