Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Restoe Prawironegoro Ibrahim

http://www.suarakarya-online.com/
KEHIDUPAN PERANTAUAN

Detik-detik berlalu dengan kehampaan
kulangkahkan kaki dan perasaan tak tentu
apa yak akan kudapatkan?
apa yang akan aku lakukan?
dan apa yang aku dambakan dalam hidup ini?
tak seorang pun dapat menjawabnya,
juga diriku sendiri tak mengerti apa yang kucari,
keresahan dan kebahagiaan datang tanpa ujud,
singgah sejenak, kemudian berlalu tanpa kesan,
hanya detik-detik harap yang selalu bersemi,
dalam jiwa yang gersang dan resah ini,
tapi, ditengah segera nan gersang ini
kucoba ‘tuk mewujudkan segala angan,
yang selalu melekat dalam pikiran
segala doa dan usaha kulakukan,
demi tercapainya satu tujuan,
ditengah kehidupan perantauan.

Maret-2009



BELENGGU DIRI

Ombak beriak berkejar-kejar
tak juga usai selalu saja begitu
datang pergi
datang lalu pergi lagi
kucoba gapai riak gelombang
alunan deburan-deburan yang kudapat
keletihan pun belenggu diri
hilir gelombang hanyutkan sekerat tubuh
Dan hempaskan pada tebing karang
kuterkapar sesali diri

Maret-2009



RESAH

menuju ke kantin terasa ada kebebasan
kemleut semalam menghancurkan
kepala berat kelopak mata terpejam
badan meriang perut menjerit:
kopi, kopi!psikologi - jurnalistik -
grafika - media publisistik
sosiografi - sejarah -
ekonomi - perusahaan:
kopi, kopi!

Maret-2009



KORBAN KEBEBASAN

kutawarkan satu cerita,
tentang nostalgia hidup,
dan ilustrasi perjalanan masa silam
padamu

kesenandungkan kidung yang telah usang,
tentang indahnya suatu kebebasan,
kebebasan yang membawa kesesatan,
semua kata kutanamkan dalam tingkah,
untuk percaya dan tak percaya

padamukutumpahkan segala keresahan,
tentang sisa-sisa kemunafikan,
antara perjanjian dan pelanggaran,
lalu kutemukan satu perbedaan,
yang kau nilai sebagai korban kebebasan

padamu
kupasrahkan semua penilaian,
tentang kebaikan dan keburukan,
karena, hanya padamu
kutemukan mentariku yang hilang,
dalam duka dan kebahagiaan

Maret-2009



SECERAH SINAR KEMILAU

sekulum senyum merasuk
malam malam
dan secerah sinar
kemilau merangkul jiwa
matamukah? Menyejukkan

ketika kutatap rembulan
meruduk
sujud
ataukah pasrah diri?
ataukah kau rembulan itu

ketika rembulan kutatap
merayap sejuta duka
bahwa rembulan itu bukan kau!

Maret-2009



NADI

Jemuku kian menggebu
mengalir, menyusup di antara nadi-nadiku
rasa muakku
di atas kesombonganmu, kemunafikanmu
belenggu kelabu
dalam sanubariku
bercampur merahnya darahku semakin menyatu
mungkinkah aku salah menyelami hatimu? kini,
‘kan ‘ku coret-coret
‘kan ‘ku robek-robekberkas-berkas kertas buramku
dan kau boleh berbangga diri
kalahkanku dalam permainan realita ini
kemarahan, kebencianku menyatu
kekecewaan berbaur jadi satu
keangkaramurkaan berkobar dalam kalbu
masihkah kau mau mempermainkanku?

Maret-2009



KEDAMAIAN HATI

Hadirlah
Kutatap di kejauhan sana
dedaunan melambai-lambai girang
menyambut senyumku yang jujur
dalam hati bertepuk riang

hadirlah
sekuntum bunga kupegang erat
kau ulum senyum kerinduan
sinar matanya menatapku tajam
kuraih tangan lembut itu perlahan
kedamaian merembes perlahan ke tubuh
aku tersentak dan kuangkat wajah
kupandangi lilin-lilin kecil masih menyala
kurasakan air mata membasahi pipi
kuelus lagi kursi rodaku haru
kaulah teman hidupku, bisikku

Maret-2009

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…