Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Johan Khoirul Zaman

http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/
Manik-manik Do’a Pernikahan

Pernikahan langait, itulah munajatku disela sunyi
saat perempuan menggunting lajangku,
ia akan ku ajak menganyam hujan
walau gemuruh berhamburan

tiba juga jiwa di dermaga sukma
pesta cinta memang tak bersuara

ingin kutitipkan ilmu disetiap garis bibir istriku
agar kehormatan dijaga para pembela

pastilah ku taburkan doa disetiap helai rambutnya
agar cahaya kesetiaan memayungi jiwanya
ku tancapkan janji dalam hati

oh….penghuni hati
engkaulah percikan illahi
yang menyempurnakan Asmaul Husna dengan kemesraan
lalu kita bermain ditaman dengan segala permohonan cinta
yang melahirkan keselamatan.

Ya…maha cinta,
himpun daku dari yang terserak
berikan insan-MU yang berhias akhlak.

Bandung 25-12-08



Cinta yang Berdo’a

Jiwa yang bersemayam dalam selimut cinta
telah mengabarkan padaku tentang hangatnya kasih dikedalaman jiwa
yang berwsembunyi dalam dusta

lalu diam-diam terdengar sakitnya kenikmatan
layaknya hati berduri yang menancapi segala mimpi
semau kata pun menjadi sia-sia

karena 1 kebaikan cinta dapat menumbuhkan 1000 kebaikan
dan semua orang dapat melihat indahnya pelayaran rindu
dengan layar kedermawanan ditiup angin keikhlasan
ia menerjang badai dengan penuh ketenangan
walau sakitnya perpisahan antara pelabuhan dan lautan begitu pilu
namun semua mengajarkan tentang begitu indahnya memberi

ketahuilah riundu……..

bila 1 keburukan pada hidup cinta
begitu dapat meruntuhkan semua kebaikan
ia akan terombang ambing gelisah
ia bagai perahu tanpa nelayan lalu terbentur karang curam
dan diam segala penyesalan
semua orang pun menjauh karena benci pada keburukan
karena cintanya, luka dibawa rasa

oh…jiwa
daku tak mampu melihat engkau mati dalam kebisingan kota
dari kemarin aku telah mengajak hati agar berlabuh dipantai sunyi
diamana kita bersemayam dalam doa
untuk hidup yang sementara sedang cinta begitu abadi.

Bisakah kita berlari….?
saat kita tak tau siapa yang telah memberi.

Bandung 23-06-08



Hujan Darah

Lalu siapa yang menuduh hujan darah ini hari?
Lagi aku menjerit sakit memuntahkan getir itu
getir yang mencabik ulu hati manusia sangsi

lihatlah….. nona pertiwi berguguran ditepi selokan
sungguhkah demikian?
Ach…..bagi anak wayang itu semua hanya guyonan saja.

Tak ada lagi syukuran dimalam sakral
saat ini pesta kematian disarang perawan begitu mengasikan
sampai Tuhan dipermainkan dimeja judi
antara pencuri dan pemberi harus menjual harga diri

oh…jemari apa yang terjadi diliang lahat?
Telunjuk ku ingin menusuk kelicikan
dan ibu jari lelah untuk kuangkat diwajah para penjahat
aku pun linglung …..bingung

kini aku kepalkan tangan mengarah jiwa yang tak bisa marah
sebab siapa yang inginkan hujan darah ini semua

aku pun lelah pada ocehan ini semua
aku marah dalam resah
aku pun jengah dari kemarin hanya disebut sampah
tapi yakinlah aku tak kan lengah

sungguh…aku kalah bertarung dengan mereka yang serakah
namun aku menang bersama jiwa-jiwa yang berperang dalam batin
kelak suatu saat nanti
aku kan tenang menyambut gerilya meraka
karena akulah yang mengurung luka agar tenang….
tenang ….
maka kau …dia…dan aku terang,
semoga.

Bandung 21-02-09



Pusaka Sunyi Seorang Pejuang

Jikalau tiba penabur datang kembali
esok pastilah tiba sejatinya
saat kebenaran menuai keselamatan
karena siapa yang mengganti kelaparan dengan janji-janji yang diingkari,
maka tunggulah apa yang akan para pejuang lakukan diujung sunyi.

Bandung 14-01-09



Sampah, Perempuan, Rindu dan Hilang

Saat ini betina liar disumur tua berteriak-teriak pada luka
yang ia timba dengan kondom alat srigala melampiaskan nafsunya
segera ia menyiram keranda bekas seorang janda.

maha duka benar bibir menguntai caci diujung mimpi
karena tibalah kita bersilat lidah untuk merangkai tragedi

hey…….anak-anak dijual
saat perempuan dipaksa melayani mesin-mesin pabrik
sedang ekonom, seniman, budayawan, diajak berdansa
di panggung sirkus para politikus.

Betina yang luka,
aku yang tak rela memkik suara syahdumu
”kembalikan hidupku yang telah kau curi”

Bandung 17-04-09



Hanya ini

Bagi jiwa-jiwa yang selalu ada dalam rahasiah kata
aku memanggil ruh pecinta untuk mengabarkan ini

duhai diri petiklah ini segera
dan ingatlah Ia yang mengajarkan pertentangan,
semua bertujuan agar kita dapat mengetahui yang tunggal
diantara siang dan malam
baik dan buruk

sungguh, kita telah disambut dengan suka cita
atas waktu yang mengeja hal yang pernah ada
tentang kau dan aku yang tercipta.

Tersenyumlah kau bagai cinta yang meluluhkan air mata.
Segenap rindu memnggil kita dengan mahluk yang sempurna, kita manusia.
Amin.

Bandung 18-02-09



Garis Sutra Sahaya

Demi sesuatu yang ku damba
sungguh sakit nafas ini adalah jelma harap yang mati
terkapar diantara slogan-slogan partai
disetiap khotbah agama yang meraup dunia
atau disetiap rencana kekuasaan hidup

mimpiku telah miskin sejak kemarin
papa doaku tak bernama
karena cahaya dunia ditelan usia

sebab apa aku berdiri?
hidup ini telah gila
mencoreng cinta dengan harta dunia
meludahi ketulusan dengan dusta

ikhlasku telah dipaksa
sunyiku bak bencana

demi seseuatu yang ingin ku cela
aku rindu kesejahteraan dimana syurga bukanlah bualan kapitalis
agar lengkap air mata ini
agar jatuh mimpi itu
sungguh ingin ku hapus kegilaan ini
seperti dunia yang dipenuhi cinta
seperti hidup yang gandrung akan ketulusan

mati pun aku ikhlas
tak mungkin ku terpaksa
sebab sunyiku telah lama bersuara
” Hanya orang-orang ikhlas yang tak bisa dijamah iblis”

ikhlasku yang tak berbekas
jadilah doa ini tanpa batas
sampai luka dan cinta dapat ku hempas.

Bandung 19-04-09



Doit Your Self Indonesia

Perubahan hanya diperlukan oleh orang-orang yang bernurani
perjuangan dibutuhkan oleh orang-orang pemberani
karena kebebasan membutuhkan kemerdekaan
demokrasi itu adalah untuk keadilan
keadilan lahir untuk kesejahteraan

pembodohan dibutuhkan oleh para penindas
kelicikan pun dibutuhkan oleh para politikus picik
karena kemiskinan dan kehinaan menjadi hadiah
bagi orang-orang rakus

Revolusi dan mimpi adalah cinta dan tragedi
dalam kudeta para pencuri hati
siapa yang mampu berdiri untuk melindungi
maka ialah pemberontak utusan Illahi

yakinlah …proklamasi itu sesungguhnya janji
agar kita semua meniti diri
bagi siapa negri ini?

Sedang rakyat tak sadar telah dieksploitasi
sungguh menyakitkan…….sakit

untuk apa kita bicara sedang laku tak serupa
untuk apa kita berbuat sedang kata dan hati dipenuhi siasat

lakukan oleh dirimu sendiri Indonesiaku,
karena aku yakin keinginan kita semua
kita yang merdeka.

Bandung 14-04-09

Komentar

Sastra-Indonesia.com