Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Doel CP Allisah

http://m.infoanda.com/
BULAN SERIBU BULAN

akan datang doa-doa yang mengalir kerelaan tanpa batas tinggal di dalamnya adalah impian dan kerinduan terdalam dari harapanku kepadamu

masa cemerlang itu adalah udara yang kuhirup senantiasa dan anugrah keindahan itu adalah titik terang dalam langkahku yang payah

merindukanmu kekasih, adalah nikmat terindah dalam beku malam yang melelapkan dan kesempurnaan lega adalah, kembali ke dalam dekapmu yang hangat melayang-layang dalam harum doa-doa serta shalawat sepanjang malam

membayangkan senyummu kekasih, tinggallah segala beban di luar dan aku melambung ke dalam sunyi dalam kidung surgawi paling tinggi biar tak terpisahkan lagi!



NYANYIAN MIRIS

dalam riuh gerimis, engkau pulang kesenyapan abadi dan rentangan kabut airmata seribu dewa melelehkan genangan darah pada langit terbuka aku nyanyikan puji-pujian laut lengkung daratan jauh pada batas tatapan yang menenggelamkan isak tangismu semalam

pada kekosongan yang menyesakkan seribu hari sia-sia kita persiapkan menggenggam harapan dan kenisbian waktu kepedihan telah merejam mimpimu menghanguskan hati lembut dan cinta tiba-tiba aku menggigil, menaiki rahasia cahya matamu semua menyeretku pada kenangan dan kematian semua menyeretku dalam kelu abadi

melepasmu ke lorong panjang sejarah hatiku letih, riuh gerimis dan airmata mengingatkan aku pada jalanan basah menggigil antara batas ada dan tiada dan bayanganmu yang samar hilang dalam kelindapan daun-daun semuanya menyeretku pada kenangan dan kematian semuanya menyeretku ke dalam kelu abadi!

*) Doel CP Allisah lahir di Banda Aceh, 3 Mei 1961.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…