Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2009

Sajak-Sajak TS Pinang

http://jurnalnasional.com/
SUMUR

di belakang rumah kami menggali liang di mana tergantung nasib hidup kami. dengan airnya kami lunaskan haus seharian, setelah bersitegang dengan timba dan tambang. kadang kami mencoba, membaca muka airnya. siapa tahu mata kami mampu menjangkau wajah kami sekilas saja. tapi liang itu terlalu dalam dan gelap. tersebab itulah airnya sejuk dan sedap.

di depan rumah kami menyiram kembang, dengan air yang kami minta dari timba dan tambang. sebab kami pernah mendengar, segala yang berangkat dari tanah, ke tanah pula ia pulang. dan kembang itu kami tanam di tanah juga, sebagaimana kami menanam kakek-nenek kami, tetua-tetua kami, anak-anak kami, juga bayang kami sendiri. di belakang rumah kami menggali tanah, demi setimba air. dan dengan liang yang gelap itu, kami mengukur dalamnya. tapi kami tak pernah sampai di batas akhir.

kami masih bercakap panjang dengan timba dan tambang. hingga lupa berapa kali kami telah pergi dan pulang. kami ingin mengambil kembali, waja…

Sajak-Sajak Alex R. Nainggolan

http://jurnalnasional.com/
Alamat

i.
di manakah dirimu? aku kehilangan tanda
hingga jatuh bangun
dan hujan turun
sendirian meski di kota yang telah kukenal
tak rampung usahaku
untuk sekadar melupaknmu
tapi alamatmu terus saja kucari
tak kunjung bertemu

ii.
yang menyisa cuma kenangan
lesap, seperti debu yang dibilas hujan
sepanjang jalan kota
dan melulu yang kutemui cuma
kerumunan demonstran, sepasang kekasih
yang berpelukan di sisi taman,
senja yang pudar, juga bayi-bayi yang menangis
ditinggal para ibu
di selasar rumah sakit, di tempat pembuangan sampah

di manakah dirimu?
gandrung aku ingin bertemu
hingga aku melangkah lagi

iii.
sampai aku terjebak di sudut kota ini
menginap di hotel melati
bercinta dengan perempuan yang mirip kamu
tapi bukan dirimu
sebab kita tak kunjung bertemu

iv.
padahal yang kurindu cuma tubuhmu
wangi parfummu
hangat usapanmu
lelmbab bibirmu

tapi tak ada alamatmu
barang sedikit saja
nama jalan atau nomor rumah
juga nomor handphone

aku terkapar sendirian
minggir di kota yang besar
memintal kesakitanku
ya…