Langsung ke konten utama

Sajak Pringgo HR

Kabar dari Balik Kabut

selingkar bulan masih subuh tahun ini
gerimis berpasangpasang memecah batu kapur
bukitmu

pohonan perdu merekat batu kapur egkau tanam dulu
sengaja engkau gergaji satu satu
hingga udara meroboh sepanjang musim penghujan
memberi ngangah luka selapang hatiku
hingga daunan rimbun yang pernah kau tawarkan
melongsor bersama arus ketidaksetiaan kata kata

engkau telah tanam jenazah di semaksemak
sebelum aku mau pergi
sebelum aku ihlas mati

keraguanlah yang menerjal pandang matamu
sebelum menuntas semua keringat
berjalan naik turun setapak
setapak lintasi senjaku mulai rapuh

pada licin airmata jalan
aku alirkan batu batu pusara
berharap sampai d nyinyir bukitmu

menanamnya antara telapak kaki
kepalamu
di semak semak jenazahku

Sukodadi, 28 Januari 2006

Komentar

Titin Supriatin mengatakan…
Ayah,semangat berkarya ya...
Tapi kok Titin g pernah dikasih buku kumpulan puisi ayah???????

Sastra-Indonesia.com