Langsung ke konten utama

Sajak Dody Kristianto

ARWAH MERAH

1/
segala waktu memerah atas jasadku. ledakan
yang membiru. jalanan cemburu menyekap jejakku
segenap api kota meniadakan angin, tiupan pohon
sesat membuat sebuah lingkaran bagi kemenawanan
tahun
lantas doadoa melesat, menuju keraguraguan yang nyata
sepanjang retakan bulan. maka arwah akan berjalan
menengadahkan kabut kepasrahan. sebuah penjara, bagi
kegemingan malam tertawan. lalu segala bagai jiwa
berliukan, menghantui pelabuhan
maupun teriakan terpendam dalam kepedihan

2/
melalui namanama mengambang, aku berdiam sepanjang jalan
rambutmu yang muram serta ratusan kabut gagal menghitam
pisau kekeringan berlalu menangkap keliaran burung yang
mengayun, menjala segenap resah atas tanah
maka bungabunga beralih rekah.
melalui namanama mengambang, pelayaran begitu jauh
seperti penembakan kanak yang rabun menanggung derita
lalu cahaya beranjak asing, begitu teduh meletakkan
ratusan kepala tertanam di sekujur dinding gantungan
serupa mimpi telanjang tentang kematian

2008

Komentar

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com