Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Saiful Bakri

SANDAL JEPIT
:untuk abdul malik

Mengembara engkau bersama waktu
jelajahi musim demi musim
tanpa rasa sesal
malam ini kita dipertemukan
oleh secangkir kopi
seperti duabelas tahun yang lalu
sandal jepitmu mulai tipis dimakan aspal
dan jejaknya entah sampai dimana

Pada musim bunga itu
kau lemparkan senyum tanpa keluh
dan berlarian kupu-kupu serta kumbang
tanpa sempat mengucap atau melambai padamu
Kaupun membisu seperti malam penuh rahasia
mengalir di setiap genangan waktu
menabur benih pada tanah kering
dan basah kala fajar pecah di cakrawala
hingga musim berganti

Duabelas tahun kau menjelajahi sepi
bersama hujan mencipta nyanyian
sampai pada persimpangan
beku kenyataan
mengajakmu berjalan kembali
telusuri lorong sepi
yang telah memakan separuh sandal jepitmu
dan senyummu melambai
di sela tumpukan puisiku



SURAT DARI PABRIK

Debu mulai nakal
Menusuk hidung ke paru paru
Dimana angin tak mampu lagi membawa pergi

Anak anak pabrik
Yang tiap hari bersetubuh dengan mesin
Tetap bernyanyi
Dengan irama ketakutan yang berbeda
Untuk menuntut haknya sebagai buruh

Diam dan nrimo
Itulah bahasa yang paling aman
Untuk melanjutkan mimpi
Yang tak jelas

Meski hati ingin menangis
Ingin bertanya
Dan ingin bersuara merdu

Namun……..
Ketakutan tanpa tindakan
Tak pernah ketemu
Sebuah jawaban
Dan penyelesaian

1997



PARMI

Suaranya di lipat
Di tekuk tekuk
Lalu dimasukkan dalam saku
Dan tak mungkin lagi dikeluarkan

Setiap hari Parmi berangkat dari rumah ke pabrik
Untuk disedot sisunya
Lalu pulang kembali
Tapi Parmi bukanlah sapi perah
Yang tak bisa ngomong
Atau bersuara merdu
Bila jatah makannya tak ada
Bila gajinya kadang kurang
Bila cuti haidnya kadang dipersulit
Bila keperawanannya direnggut

Parmi adalah Parmi
Gadis desa tamatan SD
Yang menjual kemerdekaannya
Pada cukong cukong

Juni 1997

Komentar

Sastra-Indonesia.com