Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Imamuddin SA

KEGILAAN

ia yang singgah di ini mayapada
melayang lewat kegilaan angan
menembus batas pandangan;
tak teraba, tak terasa
hanya kau sendiri penggurat asmaranya
demi lelakon masa

kegilaan
merayap lelembahan
mengawan hamparan waktu; tak tersapa waktu
masih kau sendiri yang merdu berlagu
dalam puitika laku

ia yang berdiri bersama kesungsangan angan
mengeja jejak bayangan,
menyapa diri sendiri
mengenal yang sejati;
hai………

Kendalkemlagi, 2005



SURAT MISTERI

membeber kepala
di selembar kurma dan kulit domba
melukis inti, sesaat terkecup syairnya
bersama lembar suci samudra
hanyutkan tanah di mushaf kudus semesta

sungguh jemari telah bersetubuh
di hening cuaca
sejak nafas menari dalam tanah
hingga menjenguk fajar di wajah senja

namun segalanya terbias maya;
mata memutih di tengah langkah
terkarang misteri wajah
bagai kompas bayang-bayang nyata

Kendalkemlagi, 2005



DI BALIK PERAPIAN

nada-nada itu………
masih terpetik merdunya;
melodi pembawa kaki berlari
mengejar matahari
hingga singgah di pesisir nadi
demi menjenguk istanah terkasih

hai………
kembaramu tak seujung hayalmu
ia sedegup jantungmu
namun menembus ruang dan waktu
mengapa kau terus melayang,
meliarkan angan;
kembalilah
sebab ia terbangun di balik perapian

Kendalkemlagi, 2005



ARUNG

arung membawanya di pelupuk mata
buta
sebab terjatuh di pelukan musa
di balik jubah teratai khidzirnya

ia yang mendewakan imajinya
mengutuk segala ruh cahaya
mencengkram kesejatian tanda
sendiri terluka

Kendalkemlagi, 2005



KEPAK SAYAP MERPATI

batu kemunafikan masih berdiri
di tanah imaji
mengibar elegi merpati sinai yang berlari
ke puncak golgota
bermain yoga di pusaran goa

sungguh, wewangi kamboja
tak menyelimut hakekatnya
ia hanya hijrah
dari batas maya menapak nyata
pun masih menari di buih udara
menelusup rongga-rongga
di kuncup daun wilis kasihnya
dan hanya kumpulan tanah menggali tanah
kembali di hening dzatnya

Kendalkemlagi, 2005

Komentar

Sastra-Indonesia.com