Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Kazzaini Ks

http://www.riaupos.co/
nadir

nadir apa ini
kutembang layar
lambai angin
siul gelombang
tarik daman
sentak kemudi
tembuk buritan

(2011)



pupus

kucoba menakar-nakar
dinding juga yang terpapar
engkau berpaling
segala jadi usai

aku tertawan rasa gundah tak berkesudahan
galauku tak bersempadan
engkau berpaling
perihku tak terperikan

sudahkah, kau kumaafkan
tak ada lagi rasa
walau kenangan

(2011)



aku pun

aku menyaksikan bunga yang gugur
tersentak diterpa angin
terkulai di bumi

aku rasakan hati yang belur
berbungkus nestapa
berbias pelangi

ketika begini
kita memang sendiri
tanpa kata
dan mesti menyiksa diri

(1991-2011)



mencari jebat

kucari jebat
tapi entah di mana
tamingsari tak berlangir
berkarat di warangka
bendahara batuk-batuk dan pikun
bertahun dapat jatah pensiun
makmud tak lagi naiki bini tun bija
di depannya ngangkang selusin gadis tiongkok
tuah?
ah, masih juga hamba setia
nunggu ayapan
sanggup cemplung
ke jamban. kini kucari jebat
pendurhaka
di mana

(1991-2011)

Kazzaini Ks, Adalah sastrawan Riau dan Ketua Yayasan Sagang. Menulis sajak, cerpen, esai dan genre sastra lainnya, serta menjadi editor banyak buku sastra. Karya-karyanya dimuat dalam banyak buku antologi. Tinggal di Pekanbaru. /23 Oktober 2011

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sajak-Sajak M Aan Mansyur

http://cetak.kompas.com/
Tokoh-Tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita

1. Kunang-kunang Merah

yang hidup dari menghirup dendam kuku-kuku
orang-orang raib, penunggang aib atau penanggung alasan gaib—
kuku orang-orang yang pernah kita desak masuk
dan bertumpuk di lubang-lubang kubur sempit

dan kita yang tubuhnya semakin mayat
berharap tumbuh dan bisa mengalahkan nyali
atau mengalihkan nyala mereka menjadi kerlap-kerlip
lampu perayaan di taman kota atau kedap-kedip
genit di sepasang mata kita

tetapi dendam dengan apakah bisa lelap?

mereka memerahkan sekeliling kita yang gelap
dan di dalam tidur, kita menyaksikan warna merekah
jadi darah lalu mencair dari mata hingga ke mati
yang membunuh seorang pahlawan
—cita-cita yang bahkan tak bisa kita kenang



2. Manusia Tebing

yang membawa tebing di tubuh—berbatang-batang tebing.
wajahnya penuh lapisan-lapisan sedih yang maha menipu.
sama sekali tak ada waspada yang mengisi pengetahuan kita
lagi. tiba-tiba kita turut bersedih dan karena itulah mereka
bersedia jatuh ke d…

Sajak-Sajak Usman Arrumy

Sastra-indonesia.com
ZIARAH CINTA

Ada suatu ketika aku tak berdaya menemu kata
Adakalanya mungkin saat kautak mampu kuindra
pada sebuah entah yang sesekali menghampir dalam luka
sebab selalu, kau dan aku kian jauh tak terjagkau oleh mata

Sajak-Sajak Herry Lamongan

Sinyal Seratus Hari

dengan segala kereta
siang mengeluh di rel penuh peluh
engkau antar tilas luka itu
melampaui seratus hari
dan seratus hari lagi
kota-kota semakin panas mengeras
suara-suara lepas menimbun benih sajak-sajakku

masih di sana stasiun
masih pula sinyal, palang pintu, dan papan nama
tapi jam tak menunggumu di peron
hanya jejak tangan yang pernah lambai
sebutir air mata
dan cinta yang berantakan di lantai

kita seperti telah berjumpa
tapi pukul berapa engkau menangis
apakah yang hendak pulih, sayangku
kecuali robek air oleh gugur sebutir batu
kita selalu tiba pada suasana lebih jauh
daripada tempat-tempat yang pernah kita singgahi

berlalu
tanpa ada yang minta
kita kembali

2007



Sebuah Ujung

inikah laut jawa
di ujung paling timur pulau
dimana pernah sidapaksa
menyebabkan sungai wangi
setelah menikam itu tubuh

ia baringkan umur di air
ia tengadahkan darah di muara

inikah legenda
dari pamor keris paling perih,
seorang patih pernah melukis luka
ke itu tubuh

ia jenazahkan cuaca
ia kekalkan dendang senyap istriku

200…