Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

Sajak-Sajak Wayan Sunarta

http://www.lampungpost.com/
Di Kafe Tera, Rawamangun

buih bir itu mungkin pernah
menduga dirinya buih laut
sampai kau bertutur
tentang ladang dan kampung
yang hampir rampung
diserang wereng
jagung pun tak mampu matang
musim kering begitu kerontang
hingga segala benih jadi garing

kau tuang laut ke dalam gelas
aku tahu, malam segera tuntas
dan asap kretek akan tumpas
dari bibirku yang haus

“aku dari indramayu,” ujarmu
indramayu, sebuah daerah kuyu
di pesisir utara jawa
penuh janda ayu
perahu-perahu suka berlabuh di situ

“apa kau tidak mau berlabuh?”
nenti, nenti, sunenti…
aku hanya pejalan sunyi
melulu ditemani duri
yang melekat di tapak kaki
pedihnya tak kurasa lagi

di bibirku yang rekah
buih laut itu
mungkin menduga dirinya buih bir

malam bergumam
di sudut paling suram
kafe tera

2005



Sajak Untuk Pemabuk

guratkan dukamu di batang-batang pohon
dedahkan kenangan di bawah hujan
eram segala risau di sarang kepompong

pendulum masa silam telah berayun
hanya sisa satu kemungkinan
arahkan busurmu lurus-lurus

lepaskan panah hidupmu h…

Sajak-Sajak Jimmy Maruli Alfian

http://www.lampungpost.com/
Rubaiyat Kalung Matahari
:Adelina

“kau tak cocok pakai songkok
kepalamu peyang tak seperti puyang”
semalam, ketika yakin akan meninggalkan ulayat
ia khidmat menitipkan kalung dan beberapa ayat

: semoga anjing tak mudah masuk
liurnya membuat pagarmu lapuk
di batas kampung, dekat tugu seungu terung
bebatang pisang kipas tunai melepas

meski tak semua bisa dilipat dalam koper dan tas
karena di jantung, ada silsilah yang ia junjung
tetapi ia selalu merapikan matahari
di bandul kalung

ia suka berkunjung ke kepalaku
katanya, rambut kusut kerap bermuatan
hingga harus kerap dikibaskan
agar rontok dan berjatuhan segala hantu

itulah sebab ia tak suka melihatku berpeci
karena merasa seperti ingin diziarahi
atau dikubur
dalam kelimun puisi

Tanjungkarang, 2010



Syair Penyihir
: APH

pernah kutanya tentang 114 surat
apakah ada cerita tentang nabi dan ikan
lalu merapal beberapa nubuat
maka lekang segala kutukan?

tapi tidak serupa dimakan ikan Nun
sekarang ia banyak ditelan lamun
sampai habis juga desember
1…

Sastra-Indonesia.com