Langsung ke konten utama

Sajak-Sajak Alfiyan Harfi

SAJAK SEBONGKAH BATU

bila sebongkah batu
kulempar ke angkasa
lalu kusebut nama cahaya
maka jadilah itu matahari
bila matahari
kuhempas nafas langit
kugesek awan-awan tipis
maka jadilah itu gerimis
gerimis mengantarku padamu
lalu kusebut nama bunga
maka terbanglah kata-kata
seperti kupu-kupu
hinggap di kelopakmu; ungu
sambil menikmati matahari
ia tafsir makna ayat-ayat itu

2005



SAJAK PENGEMBARA

o perjalanan yang panjang
siapa menaruh misteri
di atas kepalaku yang rapuh
hingga mesti kutanggung
rindu yang parah ini
setiap kali aku bicara
pada daun-daun yang kering;
kemana hijau meninggalkannya
tergeletak dan terinjak malam:
kemana aku meninggalkan rumahku
di tengah perjalananku
aku melihat ribuan merpati
turun di hamparan jagung-jagungku:
perlahan aku mendekati mereka
perlahan mereka mendekati makananku
aku hidup di antara yang tak bernyanyi
aku bernyanyi di antara yang tak hidup
aku melihat pada mata merpati-merpati itu
diriku yang terasing dari sayap-sayap
diriku yang bersayap keterasingan
berapa ribu hari-hariku terkubur malam
adakah mereka sama terasing di sana:
perempuan-perempuanku yang meratap.
orang-orang tua merintihkan do'aku di sini
di sini, aku merintihkan do'a mereka di sana
ribuan do'a ribuan malam bangkit bersama
menjelma bintang-bintang menggigil
sayup-sayup bagai ribuan nada
yang menjelma serentet melodi
yang selalu dipatahkan keheningan.

2006

Komentar

Sastra-Indonesia.com